Rastranews.id, Makassar – PSM Makassar mencatatkan sebagai salah satu klub Super League dengan denda yang cukup fantastis.
Hingga 12 pekan Super League musim ini berjalan, Juku Eja telah didenda Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sebesar Rp 320 juta.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin mengatakan denda dari Komdis PSSI bukan hanya berasal dari pemain. Tetapi, ada juga denda dari kejadian di luar lapangan.
“Kalau kita bicara sanksi sudah ada Rp 320 juta kalau tidak salah. Rp 200 juta itu kan diantaranya karena kartu kuning. Kemudian Rp 120 juta karena kejadian di luar lapangan atau di luar dari tim,” papar Fajrin, Minggu (16/11/2025).
Berdasarkan snaksi Komdis PSSI yang menjatuhkan denda Rp 200 juta, berasal dari pemain. Terdiri dari Rp 150 juta karena masalah kartu kuning yang diberikan pemain.
Dengan rincian, dalam satu laga lima pemain mendapat kartu kuning. Dalam hal ini, ada tiga laga yang mengakibatkan pemain PSM mendapat masing-masing lima kartu kuning.
Diantaranya melawan Persijap Jepara pada pekan pertama, melawan Persija Jakarta pada pekan 6 dan melawan Persik Kediri di pekan 10 Super League.
Sementara denda lain dari pemain berasal dari Yuran Fernandes yang disanksi larangan empat laga sekaligus denda Rp 50 juta.
Untuk denda Rp 120 juta imbas kejadian di luar lapangan. Yang mana terjadi penyalaan flare dan suporter masuk ke area lapangan saat pertandingan masih berlanpekan antara tuan rumah PSM melawan Madura United pada 2 November lalu.
“Kita berharap semua punya kesadaran, begitu juga tim, menghindari kalau bisa meminimalisir. Kita berharap pemain berjuang di lapangan tapi tentu kita mengantisipasi,” harap Fajrin.
Fajrin menambahkan, pemain dan suporter sejatinya harus sama-sama menjaga klub agar terhindar dari sanksi. Sebab ia menilai, sanksi lebih berat dari Komdis PSSI bisa saja datang karena kesalahan sendiri.
“Karena begini, jangan sampai ada sanksi yang diterima karena PSM sudah sering menerima sanksi bukan lagi dalam bentuk rupiah. Jangan sampai berbentuk larangan bermain, atau tidak boleh dihadiri suporter atau laga usiran. Tentu ini harus menjadi kesadaran bersama. Meskipun sejauh ini belum ada sanksi tambahan,” pungkasnya. (MA)


