RastraNews.id, Makassar — Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Makassar tahun ini akan tampil berbeda. Panitia May Day Fest 2026 memilih meninggalkan pola aksi demonstrasi di jalan dan beralih ke konsep kegiatan terpusat yang lebih kondusif.

Hal tersebut dingkapkan panitia May Day 2026 usai audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membahas mekanisme pelaksanaan kegiatan pada 1 Mei 2026 mendatang.

Ketua panitia, Delandi Safri Pratama, menjelaskan bahwa konsep baru ini merupakan upaya menghadirkan ruang ekspresi yang tetap membawa nilai perjuangan buruh, namun dikemas secara lebih inklusif dan tertib.

“Biasanya peringatan May Day identik dengan aksi turun ke jalan. Tapi tahun ini kami menawarkan konsep berbeda dengan kegiatan terpusat yang lebih positif, tanpa meninggalkan substansi perjuangan,” ujarnya.

Awalnya, panitia mengusulkan lokasi kegiatan di Anjungan Pantai Losari. Namun, Wali Kota Makassar menawarkan Lapangan Karebosi sebagai lokasi alternatif yang dinilai lebih representatif karena luas, aman, dan mampu menampung massa dalam jumlah besar.

Selain memberikan arahan lokasi, pemerintah kota juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, termasuk penyediaan fasilitas seperti panggung, tenda, dan sistem suara.

May Day Fest 2026 akan dikemas dalam sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari jalan santai, dialog publik, bazar UMKM, hingga panggung rakyat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Delandi menyebutkan, kegiatan ini diperkirakan akan diikuti sekitar 10.000 peserta yang terdiri dari buruh, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di satu lokasi tanpa aksi turun ke jalan, sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban dan kenyamanan publik.

“Kami sepakat untuk tidak turun ke jalan. Semua kegiatan difokuskan di satu tempat agar lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan ini juga menjadi jawaban atas tantangan zaman, di mana penyampaian aspirasi dapat dilakukan melalui cara-cara yang lebih kreatif dan kolaboratif.

Selain itu, konsep tersebut diharapkan mampu meminimalisir kemacetan yang selama ini kerap terjadi saat peringatan May Day berlangsung.

Panitia juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengatur rute dan sistem parkir, guna memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu pengguna jalan.

Adapun isu yang akan diangkat tetap berfokus pada persoalan kesejahteraan buruh, termasuk sorotan terhadap praktik outsourcing yang dinilai masih merugikan pekerja.

May Day Fest 2026 melibatkan sekitar 50 organisasi, terdiri dari serikat buruh, mahasiswa, serta kelompok masyarakat lainnya. Panitia juga masih membuka ruang bagi organisasi lain yang ingin bergabung hingga hari pelaksanaan.

Dengan konsep baru ini, peringatan Hari Buruh di Makassar diharapkan tetap menjadi ruang perjuangan, namun dikemas secara damai, tertib, dan relevan dengan perkembangan zaman. (*)