Rastranews.id, Makassar – Dinas Sosial (Dissos) Kota Makassar menyiapkan sejumlah program strategis di tahun 2026 dengan fokus utama pada pembaruan data sosial ekonomi agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Makassar, Andi Bukti Djufry, menyampaikan bahwa perbaikan data menjadi agenda prioritas menyusul masih ditemukannya ketidaksesuaian data penerima bantuan di lapangan.
“Data sosial ekonomi nasional tetap menjadi acuan, tetapi kami akan melakukan pendataan ulang di seluruh kelurahan untuk memperkuat data Desil 1 sampai Desil 5,” ujar Andi Bukti Djufry saat jumpa pers, Selasa (31/12/2025).
Sebagai langkah awal, pada awal 2026 Dinsos Makassar akan mengumpulkan seluruh camat dan lurah untuk melakukan pendataan ulang secara menyeluruh.
Langkah ini bertujuan memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
Sesuai arahan Wali Kota Makassar, data yang telah diperbarui nantinya akan dikelola secara terpusat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna menjamin validitas dan sinkronisasi antarperangkat daerah.
Selain pembenahan data, Dinsos Makassar juga mengupayakan peningkatan frekuensi bantuan sosial.
Jika sebelumnya bantuan diberikan satu kali dalam setahun, pada 2026 diharapkan dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali, bergantung pada dukungan anggaran dari DPRD Kota Makassar.
Di sektor layanan sosial dasar, Andi Bukti mengungkapkan tingginya permintaan bantuan kain kafan bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah saat ini menyiapkan sekitar 1.000 paket per tahun, namun kerap habis sebelum akhir tahun.
“Permintaan sangat tinggi, bahkan di bulan November biasanya sudah habis. Karena itu distribusinya kami lakukan secara selektif agar benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Tak hanya itu, kebutuhan perlengkapan pemandian jenazah juga masih menjadi tantangan. Dari kebutuhan sekitar 500 unit, pemerintah baru mampu menyediakan 10 hingga 30 unit per tahun, sehingga diharapkan ada penambahan alokasi anggaran pada 2026.
Dalam jangka panjang, Dinas Sosial Makassar menegaskan komitmennya mengawal program prioritas Wali Kota, yakni mewujudkan Makassar Bebas Anjal (Anak Jalanan) pada 2029.
“Kami konsisten mendukung target tersebut melalui pendekatan sosial yang berkelanjutan dan kolaboratif,” pungkas Andi Bukti. (MU)

